QHANSA D.

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black SoundCloud Icon
  • Black Spotify Icon

BLOG

  • Qhansa D.

Hati Terluka Saat Melihat Perjuangan Para Non-Profit AKAN Berakhir Karena COVID-19

Entah mengapa, aku merasakan sesak yang begitu dalam pada diriku.


Pada tahun 2019, aku menemukan dua organisasi yang menginspirasiku karena kebaikan dan dedikasi yang mereka miliki, yaitu Irama Nusantara dan Sakti Actor Studio.


Tentang Mereka


Sejujurnya, aku bukan bagian dari mereka. Tapi aku rela mengenali mereka lebih dalam karena pengorbanan yang telah mereka lakukan selama 7 tahun (Irama Nusantara) dan 28 tahun (Sakti Actor Studio).


Irama Nusantara


Didirikan oleh David Tarigan, Christoforus Priyonugroho, Toma Avianda, Alvin Yunata, Norman Illyas, dan Dian Wulandari pada tahun 2013.



"Irama Nusantara adalah nama sebuah yayasan sosial dan situs web pengarsipan musik yang berpusat pada pelestarian, pengarsipan dan pendokumentasian musik populer Indonesia dari tahun 1920-an sampai 1980-an" -Wikipedia-

Disaat mayoritas orang fokus menjadi pekerja kantoran atau berbisnis, David Tarigan dan teman-temannya memutuskan untuk mendirikan sebuah Yayasan Sosial untuk mengarsipkan musik populer Indonesia demi melestarikan budaya bangsa Indonesia yang semakin menghilang. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga demi Indonesia, bukan untuk mereka sendiri.


Itulah alasan kenapa aku terinspirasi dengan Irama Nusantara.


Sakti Actor Studio


Didirikan oleh Eka Dimitri Sitorus yang telah menjadi seorang pelatih akting dan pekerja seni asal Indonesia.



"Bang Eka telah mengikuti Pendidikan khusus Acting di American Academy of Dramatic Arts (1983-1984), di California State University Stanislaus, California, USA (1984-1990, dan di University of Warwick, England (1993-1994). Menjadi dosen di Institut Kesenian Jakarta dan Ketua Jurusan Teater (1990 -2000). Mendidik actor masa depan di Sakti Actor Studio dari 2002 s/d sekarang."

Hal yang membuat aku tersentuh adalah saat aku mengetahui bahwa Bang Eka masih ada keinginan untuk kembali ke Indonesia dan membagikan ilmu yang Ia punya di kampus dan Sakti Actor Studio (yang Ia dirikan pada tahun 2002). Padahal bisa saja Ia tetap tinggal di Amerika / Inggris untuk mengembangkan potensinya.



Pada bulan November-Desember 2019, aku mengikuti Workshop Acting dari SAS di @america, Pacific Place Jakarta. Bahkan, acara ini diselenggarakan GRATIS!! Gimana aku gak kaget? Ilmu mahal ini dibagikan tanpa dipungut biaya.


Saat acara selesai, aku mencoba untuk menghampiri Bang Eka dan bertanya "Bagaimana caranya kita berkontribusi ke Indonesia kalau ilmunya sendiri belum ada/digunakan disini?". Dan Bang Eka Berkata:


"Kamu bisa Membuat Sekolah untuk Menyebarkan Ilmu Baru Itu. Awali dari Hal Kecil saja. Yang penting, Kamu Sudah Berusaha."

Lagi-lagi, Bang Eka langsung membuatku sadar bahwa kita hanya manusia yang hanya bisa berusaha dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Jadi, semakinlah aku terinspirasi.


Eka Dimitri Sitorus, Founder of Sakti Actor Studio (2002-present)

Apa Yang Terjadi Di 2020?


Pada bulan Juni 2020 ini, aku melihat pengumuman dari mereka, yang SANGAT melukai hatiku.


Yap! Mereka mengumumkan bahwa akan menutup yayasan dan sekolah mereka apabila masalah finansial tidak dapat teratasi. Terutama selama pandemi COVID-19 ini, membuat pergerakan ekonomi diseluruh dunia terhambat, banyak orang kehilangan pekerjaannya, dan tak disangka, banyak organisasi yang didirikan untuk kebaikan telah menyatakan kebangkrutan, sehingga harus ditutup.


Aku, sebagai orang yang memiliki keterbatasan finansial, hanya bisa membantu mereka dalam bentuk tulisan ini dan berdoa agar mereka tetap bertahan. Pengorbanan mereka sangatlah berharga dan perjuangan akan menjadi sia-sia jika mereka harus berhenti beroperasi tahun ini.


Kita Bisa Membantu Mereka

Sesuai dengan pengumuman yang telah mereka bagikan di sosial media masing-masing:

Bagi teman-teman yang ingin membantu Yayasan Irama Nusantara agar tetap bertahan dan beroperasi untuk mengarsipkan musik populer Indonesia dari tahun 1920-an hingga 1980-an, mari bantu mereka dengan cara Berdonasi melalui https://kitabisa.com/campaign/bantuiramanusantara


Bagi teman-teman yang ingin membantu Sakti Actor Studio agar tetap bertahan dan beroperasi untuk menyebarkan ilmu akting dari luar negeri ke Indonesia, mari bantu mereka dengan cara Berdonasi melalui transfer ke rek bca 4361458367 a/n EKA DIMITRI SITORUS.


Terima kasih untuk teman-teman yang telah membaca tulisan ini hingga akhir dan juga bagi teman-teman yang telah berdonasi.


God Bless You All :)