QHANSA D.

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black SoundCloud Icon
  • Black Spotify Icon

BLOG

  • Qhansa D.

Kembali Menjadi Gamer Setelah "Puasa" 10 Tahun

Buat temen-temen yang kenal aku dari masa SMA/Kuliah/Kerja, mungkin mengenalku sebagai orang yang "Anti Gaming". Karena, aku memang gak pernah mau nge-game (di masa-masa itu) walaupun punya waktu luang. Kenapa?


Begini Ceritanya...

Sebelum aku SMA, sekolah bukanlah prioritasku. Makanya semasa SD dan SMP, yang aku cari adalah waktu olahraga, istirahat, dan bermain. Aku bukanlah tipe orang yang "sosialita"/"populer" di sekolah. Jadi, waktu aku pulang ke rumah, aku lebih suka menghabiskan waktu sendiri melakukan hobiku, salah satunya adalah bermain game.


Bahkan, game adalah alasanku kenapa berminat ambil jurusan Teknik Informatika. Bisa di cek videonya disini:


Dan dari beberapa game yang pernah aku mainkan, seperti:

  • Age of Empires

  • Counter-Strike

  • The Sims

  • The Guild

  • Dan lainnya

Game favoritku adalah The Sims, karena aku bisa membuat rumah sendiri *maklum waktu itu cita-citanya mau jadi arsitek HEHE*.


Saking senengnya bikin rumah, aku HARUS menghabiskan 2 hari untuk bermain The Sims. Hari ke-1 bikin rumah dan hari ke-2 main beneran. Bisa dibayangkan kayak begitu setiap weekend gimana? haha


Alasan lain "Mengapa aku suka The Sims?" yaitu:

The Sims adalah video game Simulasi Kehidupan Dunia Nyata.

Jadi, kita bisa menjadi "Tuhan" dan mencoba berbagai hal, seperti:

  1. Gimana hasilnya kalau si Anak kita bikin main terus-terusan dan gak ngerjain PR?

  2. Gimana hasilnya kalau si Orang Tua gak pergi ke kantor untuk kerja?

  3. Dan lain-lain.

Dan kalau kita gagal, resiko/kerugiannya Gak Begitu Besar.


Kok gitu?


Ya kan CUMA GAME, Bukan Realita :P


Jadi kalau gagal, ya coba lagi aja HAHA.


Kalau Seru, Kenapa Berhenti pas SMA?

Sebenernya, alasanku sederhana, tapi mungkin untuk beberapa orang ngerasa "Ini adalah alasan Klise atau Lucu (mungkin?)".


Jawabannya:

"Mau FOKUS BELAJAR biar Bisa Masuk Jurusan IPA, biar gak ketemu sama mata pelajaran IPS lagi HEHE"

Karena, SMA kelas 10 adalah waktu dimana banyak siswa/i yang "Berlomba-lomba" untuk masuk jurusan IPA, sedangkan jatahnya cuma 50% dari total murid seangkatan. Dan yaa, mohon maap aja nih. Aku sih tau diri, bukan anak jenius yang 1x belajar di kelas langsung paham sama materinya. Jadi, aku HARUS MENGORBANKAN HOBI MAIN GAME-KU, dimulai dari Uninstall semua game di Komputer dan Jangan Pernah Coba-Coba Main Game Dimanapun (Agak ekstrim ya? haha. Soalnya kalo udah suka, bakal kecanduan main, dan gak mau berhenti sih).


Kebiasaan Ini Terus Bertahan Sampai 10 Tahun

Masa Kuliah? Masih bertahan gak main game. Tapi, sempet "kasih jatah main" 1 minggu buat main Tekken sama Sim City setelah wisuda S1. Yaa anggap aja "Rewards" udah berhasil lulus HEHE.


Pas Kerja? Masa gak main game sih? Jawabannya: Gak sempet main game. Mending refreshingnya main sama temen aja.


Lalu...


COVID-19 telah menghantam dan merubah dunia sampai hari ini. Dan kayaknya aku gak perlu jabarin apa aja yang berubah di dunia ini. Pokoknya banyak deh ya. Tapi, bagiku, selain mengembalikan sifat introvert ku (Bisa Baca Blogku tentang "COVID-19 Mengembalikan Sisi Introvert Dalam Diriku"), Corona membuatku kembali bermain game (dimulai tahun 2021 ini) untuk "Kabur dari Realita" (Karena kita gabisa main keluar kayak biasanya kan kalo ada pandemi?).


Dan bisa kalian tebak, Gamenya adalah The Sims (lagi) tapi versi Smartphone (alias The Sims Freeplay).

The Sims Freeplay Qhansa

Tapi bedanya, kita gak bisa "Mempercepat Waktunya". Jadi, kalau si X (The Sims) harus kerja 8 jam, yaa kita beneran nunggu 8 jam (bisa ikutan kerja juga kita sambil nunggu si X nya beres kerja). Yaa, ada sisi positif dan negatifnya juga sih sebenernya.

  • Positifnya: Kita gak terus-terusan main game sampe 12 jam (kayak main game PC). Jadi masih bisa ada "Work-Life Balance" nya lah.

  • Negatifnya: Karena game nya ada di HP, yang mana kita selalu bawa kemana-mana, bisa aja kita "Dikit-dikit buka game" buat ngecek / main. Jadi, ada kemungkinan ter"distract" juga haha.


Kesimpulan

Sebenernya aku mau curhat aja sih disini. Tentang "Gamer" yang dipandang sebelah mata untuk beberapa kalangan tertentu. Aku gak bisa nulis banyak tentang ini, karena aku "puasa" nge-game sampe 10 tahun. Tapi, aku akui, bermain game itu BANYAK MANFAATNYA.


Contoh manfaat yang aku dan teman-temanku dapatkan dari main game (selain mengurangi stress):

  • Bisa belajar BAHASA INGGRIS

  • Menambah TEMAN BARU

  • Belajar mengatur STRATEGI

  • Mengasah SKILL KREATIFITAS, FOKUS, MENTAL, PROBLEM-SOLVING, KESABARAN, KETELITIAN, KECERMATAN, KEPEKAAN, dan lain-lain.


Jadi, main game itu bermanfaat kan? Tapi, tetep inget prioritas kalian masing-masing. Soalnya, kalau udah kecanduan sama game, ya susah move on-nya ntar :P


Selamat bermain dan tetap jaga kesehatan semuanya :D