QHANSA D.

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black SoundCloud Icon
  • Black Spotify Icon

BLOG

  • Qhansa D.

Awal Perjalananku Dengan Kamera (Caraku Memilih Kamera)

Semenjak aku mulai membuat Qhansa.Lens di Instagram dan Website pada tahun 2019, teman-temanku mulai bertanya "Sa, gimana sih caranya milih kamera?" Dan aku selalu menjawab:

Tujuannya untuk Apa? Foto atau Video? Personal Vlog atau Professional? Dan lainnya.

*Note: Aku bukanlah professional, jadi mohon maaf kalau jawabanku tidak sesuai ekspektasi kalian.


Daripada bingung kenapa aku bertanya seperti itu, aku sambil cerita pengalamanku ya biar lebih mudah dipahami.


Berawal Dari Foto/Video Pernikahan Orang Tua

Setiap keluarga biasanya punya foto studio pernikahan dan dipajang didinding kamar/ruang tamu. Tapi, foto tersebut gak bisa menceritakan "Apa yang terjadi saat prosesi pernikahan?", "Apakah ada cerita lucu disaat itu?", dan lain-lain.


Namun, kalau kita bisa menonton video prosesi pernikahan secara keseluruhan, seakan-akan kita sedang berada disaat itu juga (padahal cuma nonton videonya). Semenjak itulah aku lebih menyukai video dibandingkan foto.

Alasan lebih konkritnya adalah karena Foto hanya mengandalkan Visual, sedangkan Video mengandalkan Audiovisual.

Dan pada masa itu, untuk merekam video, kita harus menggunakan Handycam seperti ini:


Sayangnya, Handycam tersebut tidak bisa digunakan untuk memotret. Jadi, harus punya Kamera Digital lagi.


Berkenalan dengan Kamera DSLR

Waktu aku SMA dan bertugas menjadi OSIS, ada seniorku yang memiliki kamera dengan lensa yang bisa diganti-ganti. Kebetulan dia meminjamkan kameranya ke diriku karena aku menjadi Sie. Dokumentasi untuk Kegiatan Kartini.


Pertama Kali Menggunakan DSLR

Semenjak itulah aku kenal dengan DSLR (Walaupun masih gak paham cara gunainnya). Tapi aku tau bahwa

DSLR adalah kamera yang tepat untuk orang-orang yang ingin Fokus ke Fotografi, bahkan orang professional menggunakan DSLR untuk foto studio mereka.

Saat aku kuliah, salah satu laboratorium di Telkom University, yaitu Lab Multimedia, mengadakan Workshop Fotografi. Untungnya, kita tidak diharuskan untuk memiliki kamera. Akhirnya, aku dan teman sekelasku, Hafidz, mengikuti workshop ini.


Workshop Fotografi Lab Multimedia

Pada saat itu, aku belum tahu caranya menggunakan Kamera DSLR untuk merekam video. Tapi seenggaknya Workshop ini mengajariku bagaimana caranya menggunakan DSLR yang baik dan benar (eaaa). Karena ada 3 hal yang harus banget diperhatikan, yaitu ISO, Shutter Speed, dan Aperture. Tapi aku gak akan bahas itu disini soalnya kan ini tentang cara memilih kamera Hehe. Kalau belom kebayang Kamera DSLR itu seperti apa, bisa tonton video Canon EOS 700D ini:


*Note: Sebelum aku beli kamera, aku memang tertarik untuk membeli Canon 700D ini. Tapi ya gajadi hehe.


Secara kualitas foto, Kamera DSLR pasti lebih unggul dibandingkan Kamera Digital (Pocket). Tapi masalahnya adalah Kamera DSLR jauh lebih BERAT dibandingkan Kamera Digital (alias males banget bawaannya jadi berat).


Dan Suatu Hari, Mirrorless Datang Menjadi Solusiku

Aku memang lebih suka video daripada foto. Jadi aku mencari kamera yang bisa video dan juga foto. Walaupun Kamera DSLR bisa melakukan keduanya, aku gak mau membawa kamera yang berat kemana-mana. Jadi, menurutku:

Mirrorless adalah kamera Berkualitas DSLR namun Lebih Ringan dibandingkan DSLR.

Ini adalah beberapa video yang meyakinkanku untuk memilih Mirrorless daripada DSLR:


Mirrorless vs dSLR Camera Which Should You Pick?


Sony a5100 for Video


Hands-On Review: Sony | A5100


α6000 from Sony: Official Video Release. (Filmed exclusively with α6000 using continuous AF)


Epic Cinematic Video - Sony A6000 XAVC-S - Do you really need the a6600 or A7 iii ?

Itulah mengapa aku memilih SONY A6000. Dan sampai hari ini aku masih menggunakannya.


Tapi, Mirrorless Tidaklah Sempurna

Dari cerita, perjalanan, penjelasan, dan video-video di atas, memang terkesan "Mirrorless adalah Pemenang Segalanya." Jawabannya adalah TIDAK.


Contohnya adalah ini (Reasons Not to Dump DSLRs for Mirrorless):

Mirrorless lemah di Baterainya. Jujur, aku harus menyiapkan 2 baterai cadangan untuk berjaga-jaga kalau baterai utamaku habis. Karena, sayang banget udah bawa-bawa kamera tapi baterainya habis. Jadi, perbanyak baterai cadangan.


Terus, kalau misalnya kamu butuh kamera yang bisa dibawa ke dalam air atau sepedahan atau melakukan kegiatan olahraga lainnya, Mirrorless bukanlah jawaban terbaik. Karena yang kamu butuhkan adalah GOPRO.


GoPro: Backflip Over 72ft Canyon - Kelly McGarry Red Bull Rampage 2013


Tapi, kalau kamu bingung memilih antara Kamera DSLR atau GOPRO, mungkin video ini bisa membantu membandingkan (GoPro Hero 4 Black edition Vs DSLR camera):


Karena aku jarang merekam video olahraga, kalau aku harus memilih antara GOPRO atau DSLR, aku akan pilih DSLR. Karena yang aku butuhkan adalah

Kamera yang bisa Foto + Video dengan Kualitas yang Cukup Bagus untuk Kebutuhan Personal (Vlog) dan Berharap Bertahan Lama.

Kesimpulan

Jadi, intinya adalah:

Untuk memilih kamera harus didasarkan pada KEBUTUHAN MASING-MASING :D

Kalau kalian bingung harus milih kamera apa, coba searching di YouTube. Banyak yang udah pernah review kok tentang kamera-kamera. Kalau kalian lagi ngincer Sony Mirrorless, mungkin bisa tonton video dari Arthur R ini:

*Note: Aku banyak nonton review dari dia sebelum beli kamera a6000 :D


Semoga blog ini bisa mencerahkan (sedikit) tentang dunia perkameraan ya.