• Qhansa D.

Cara Membuat Visa Schengen (via VFS.Global Belanda) 2019

Updated: Nov 18, 2019

Hai semuanya!


Setelah 1 bulan lebih menghilang karena ada kegiatan yang gak bisa ku tinggalkan (aka. ISMIR Conference :P), akhirnya aku memutuskan untuk sharing sebanyak mungkin ke kalian semua.



Semoga aja gak terputus ya cerita / sharing nya ini HEHE.


Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih ke beberapa orang ini, karena tanpa sharing dari mereka, aku gak akan bisa ikut ISMIR Conference 2019 kemarin di Belanda, yaitu:

  1. Lenny Lim (Travel Blogger: https://www.len-diary.com/mengurus-visa-schengen-di-kedutaan-belanda/)

  2. Dessy Natalia (Travel Blogger: https://dessydonat.com/2019/06/14/bikin-visa-schengen-itu-gampang/)

  3. Haryadi Yansyah (Travel Blogger: https://omnduut.com/2018/11/13/dari-a-sampai-z-panduan-pengajuan-visa-schengen-di-kedutaan-besar-belanda-melalui-vfs-global/)

  4. Riri (Yang sabar banget aku tanya-tanyain soal travelling ke Belanda, visa, dan lainnya)

  5. Ritsya (Yang lagi S2 di Italy dan selalu mau sharing soal hidup eropa)

  6. Dinda (Yang pernah summer school di Germany dan selalu bersedia untuk aku gangguin buat nanya tentang Visa Schengen dan Travel Insurance)

  7. Yisti + BayKus (Yang sebelumnya diem - diem mau keliling eropa bareng sama Anggita, dan akhirnya aku duluan yang mergokin sambil nanya bikin visa wkwk)

  8. Dan masih banyak lagi (maap gak disebut semuanya)


Kenapa banyak banget yang aku "terima kasih"-in?


Karena, aku belum pernah ke eropa (sama sekali) dan aku harus ke sana SENDIRIAN. Daripada mimpinya dianggurin, mending nekad ye gak? WKWK


Oke, langsung aja ke Checklist nya ya.


List Dokumen untuk Visa Schengen

  1. Fotokopi KTP - 1 lembar

  2. Surat Referensi Bank - 1 lembar

  3. Surat Sponsor Kerja/Invitation Letter (Izin atasan + Gaji + Jabatan) - 1 lembar

  4. Print Out Rekening Koran Bank 3 Bulan Terakhir - 1 set (biasanya 1 bulan = 1 lembar)

  5. Surat Keterangan Gaji (Kalo ada) - 1 lembar

  6. Pas Foto 3.5 cm x 4.5 cm - 1 lembar

  7. Bukti Pemesanan Tiket Pesawat Pulang-Pergi - 1 lembar

  8. Bukti Pemesanan Hotel/Penginapan - 1 lembar

  9. Paspor Terakhir & Paspor Lama - Asli + Fotokopi masing - masing 2 rangkap (yang ada isinya aja)

  10. Travel Insurance - 1 lembar

  11. Downloaded Application Form (Dari website https://www.vfsglobal.com/) - 1 set

  12. Appointment Letter to Embassy / VFS Global - 1 lembar

  13. Uang Cash / Debit 60 EURO (Katanya 2020 Jadi 80 EURO) + Service Fee - Siapin aja Rp 1.500.000 (Beda negara, beda harga service nya soalnya)


*Note: Kalau misalnya kurang jelas di postingan aku ini, bisa ke blog nya Dessy Natalia atau Lenny Lim ya. Karena mereka adalah pioneer nya dan lebih detail jelasinnya, kalo aku cuma pelengkap aja hehe.


Cara Cetak Rekening Koran

  1. Bawa buku tabungan, e-KTP, dan kartu ATM

  2. Pergi ke Bank dan ambil antrian ke CS

  3. Jika sudah dipanggil, beritahu kita mau mencetak dari periode kapan? (Misal 3 bulan terakhir)

  4. Siapin biaya cetak (bisa cash / debit) Rp 2.500 per-lembar. Jadi kalau 3 bulan siapin minimal Rp 7.500 (tergantung berapa banyak lembarnya rekening koran kamu)

  5. Proses biasanya 15 menit hingga selesai

*Note: Referensi dari blog Haryadi Yansyah (https://omnduut.com/2018/11/13/dari-a-sampai-z-panduan-pengajuan-visa-schengen-di-kedutaan-besar-belanda-melalui-vfs-global/)


Cara Membuat Surat Referensi Bank

  1. Langsung ambil antrian ke CS

  2. Siapin buku tabungan, ATM, dan e-KTP

  3. Siapin Rp 50.000 (Dari Debet)

  4. Minta CS untuk mencantumkan saldo dan visa ditujukan untuk kedutaan apa?

  5. Menunggu TTD Kepala Cabang

  6. Selesai!

*Note: Referensi dari blog Dessy Natalia (https://dessydonat.com/2019/04/16/cara-buat-surat-referensi-bank-bca/) dan Haryadi Yansyah (https://omnduut.com/2018/11/13/dari-a-sampai-z-panduan-pengajuan-visa-schengen-di-kedutaan-besar-belanda-melalui-vfs-global/)


Itulah poin - poin penting nya kalau kamu mau membuat Visa Schengen. Sebenernya mau melalui negara mana saja kurang lebih sama. Tapi, mungkin ada beberapa hal yang beda (misal harganya).


Kalau kamu masih mau membaca, di bawah ini akan aku ceritakan proses yang aku lalui selama aku mempersiapkan Visa Schengen ini (sebenernya mirip - mirip sama cerita orang lain, tapi siapa tau aja ada yang penasaran haha).


Cerita Perjalananku Membuat Visa Schengen


1. Harus Perpanjang Paspor



Kebetulan, paspor ku habis bulan Juli 2019 dan kalau mau ke luar negeri bulan November 2019 pastinya harus perpanjang dong kan? Harusnya sih 6 bulan sebelum expired date diperpanjang, tapi karena akunya males dan ngerasa "belum ada keperluan untuk ke luar negeri", akhirnya aku tunda haha.


Bulan Agustus 2019 tepatnya tanggal 7, aku lagi iseng buka website ISMIR Conference 2019 yang akan diselenggarakan di Delft, the Netherlands. Kebetulan ada kesempatan buat aku untuk dapetin "Community Grants" dari ISMIR. Jadi biaya registrasi dan hotel di cover oleh mereka (lumayan kan ya?).



Oke, long story short.


Karena pengumuman grants itu masih lama, tapi aku pengen banget berangkat tahun ini (2018 batal ikut soalnya hehe), jadi aku memilih untuk perpanjang paspor tanggal 15 Agustus 2019 di Lippo Mall Kemang (Parkiran 5B).


*Note : Btw itu imigrasi baru loh yang di Lippo Mall Kemang :P Dan bisa bikin e-Pasport juga hehe.


Kalo penasaran cara bikin / perpanjang paspor, bisa cek link - link di bawah ini karena aku sendiri juga belajar dari situ dulu sebelum perpanjang HEHE:

  • Tutorial dari Kevin Kennedy Kie


  • Lokasi Kantor Imigrasi Lippo Mall Kemang


  • Kalo Kurang Yakin, Cek Video dari Kantor Imigrasi Jakarta Selatan



Aku harus daftar antrian melalui Aplikasi Layanan Paspor Online atau melalui Website Antrian Paspor Online


Setelah mengikuti proses seperti video di atas sebelumnya, aku memilih untuk membuat Paspor Biasa daripada e-Paspor. Soalnya kalau Paspor biasa bisa diambil setelah 5 hari kerja, sedangkan e-Paspor 10 hari kerja. Harganya nya pun beda, Rp 350.000 vs Rp 650.000 (Bisa nebak lah ya yang mana yang lebih mahal wkwk).


Untuk pengambilan paspor di Kantor Imigrasi Lippo Mall Kemang, baru bisa diambil Pukul 09.30 WIB. Jadi, walaupun kantornya buka dari jam 08.00 WIB, kalau pengambilan gak bisa pagi. Jadi aku izin telat masuk kantor waktu itu hehe.


2. Booking Tiket Pesawat



Hal yang menyebalkan saat booking tiket pesawat adalah, Lewat 12 jam aja harganya bisa naik Rp 500.000 :(


Okey, jadi... Setelah aku mendapatkan pengumuman bahwa aku mendapatkan ISMIR Community Grants (alhamdulillah), aku harus segera booking tiket pesawat beberapa hari setelah pengumumannya.




Aku dapet pengumuman tanggal 23 Agustus 2019.


Browsing tiket pesawat dan udah tau mau pilih yang mana tiketnya di tanggal 25 Agustus 2019.


Gak tau kenapa nunda beli, eh pas udah mau besok tanggal 26 Agustus 2019 harganya naik dong Rp 500.000. Awalnya bisa dapet Rp 9.300.000 PP, eh gara - gara nunda 1 hari jadi Rp 9.800.000. Tapi ya gapapa masih masuk budget dibawah 10jt wkwk.


Next time, kalo mau beli tiket pesawat ke luar negeri, langsung beli aja. Gak perlu berharap besok harganya turun, yang ada malah naik HAHA.

3. Registrasi Conference + Request Invitation Letter untuk Visa Schengen



Oke, setelah drama tiket pesawat berakhir, hotel aman, lanjut ke visa yang paling panjang ngurusnya :P


Karena aku bisa dapet Invitation Letter dari ISMIR, jadi aku registrasi dulu sambil menunggu PDF Surat Undangannya. Jadi, bisa dibilang aku nunda ngurus visa karena nunggu surat dulu (Padahal mah ya bisa dicicil wkwk).


Tanggal 10 September 2019, pas banget last day aku di kantor dan besok nya tanggal 11 September 2019 aku langsung siap - siapin semua berkas untuk apply visa. Dimulai dari Online Application Form nya di website ini (Link: https://www.netherlandsandyou.nl/travel-and-residence/visas-for-the-netherlands/short-stay-schengen-visa).




Ya, bisa dibilang harus lengkap dan detail untuk ngisi data - data nya. Karena pada dasarnya, Embassy akan ngeliat form yang ini duluan daripada yang lainnya. Jadi, make sure you'll got it right!


4. Travel Insurance



Travel insurance adalah hal yang bikin aku lumayan pusing wkwk. Kenapa?


Karena, di Traveloka ada Travel Insurance untuk Visa Schengen yang murah cuma Rp 137.500 an namanya "Schengen Visa Basic".




Tapi, temen - temenku yang pernah ke eropa menyarankan untuk pake Axa Travel Insurance karena memang udah dipercaya gitu. Kalo diliat dari harga sih ya lumayan lebih mahal dikit Rp 500.000. Tapi ya karena ini pertama kalinya aku ke eropa, dan daripada (amit - amit) misal bagasi hilang atau semacamnya, ambil aman aja.


Be Prepare for The Worst Right?

Akhirnya aku ambil Axa Travel Insurance yang Platinum untuk 10 hari (Ambil yang World / All Countries soalnya transit di Doha, toh harganya sama aja).



Dah Beres, Travel Insurance Aman akhirnya wkwk.


5. Pas Foto 3.5 cm x 4.5 cm




Ukuran yang aneh buat aku, soalnya biasanya kita kalo pas foto kan 3 cm x 4 cm atau 4 cm x 6 cm kan? Jadi it's new for me :P


Seperti biasa, buat para wanita yang berhijab, akan lebih "menantang" untuk pas foto ini. Karena pada dasarnya "Alis nya harus terlihat jelas dan tidak boleh tertutup hijab". Beberapa kali aku narik hijab kebelakang biar alisnya keliatan, ya untuk pake ciput jadi masih enak ngaturnya hehe.


Tapi jangan harap foto nya bakal bagus buat di post di sosmed ya. Cuma buat visa kok kalem :P


6. Ke Bank Ngurusin Macem - Macem




Oke, tanggal 17 September aku memutuskan untuk ke Bank (Mandiri) dan mengurus si rekening koran dan surat referensi.


Disarankan, kalo bisa saldo tabungan kamu berisi 30 EURO x berapa hari di luar negeri = Saldo Minimal Di Tabungan.


Tapi jangan mepet - mepet banget.


Jadi, kalo kata temenku (Riri), rumus nya gini (misal kasusnya aku 1 EURO = Rp 16.000):


  • 30 EURO x 10 Hari = 300 EURO (Rp. 4.800.000)

  • Biaya hidup per hari x Sisa hari di Indonesia = Rp. 100.000 x 20 Hari = Rp. 2.000.000

  • Total : Rp. 6.800.000


Walaupun kebanyakan temen ku yang pake travel dibilang harus ada Rp 50 juta minimum, tapi aku gak sampe 50 jt gemukinnya haha. Karena kasusnya adalah aku ikut Conference, bukan jalan - jalan, jadi bisa dibilang minimal 50jt itu gak berlaku buat aku. Tapi kalo emang kamu pengen belanja banyak disana nanti, ya minimal 50jt sih bener.


Oke, tips dari aku adalah: GEMUKIN AJA SALDO TABUNGANNYA SAMPE SURAT REFERENSI BANK NYA KELUAR


Waktu itu, aku gemukin sampe kena kepala 2 (pake uang orang lain dulu). Tapi abis udah dapet suratnya, aku balikin uang nya dan tinggal sisa 5jt di tabungan ku haha. Aman aja toh? Ya insya allah kamu juga aman lah ya kayak gitu juga caranya.


Oke, kurang lebih begitu ya urusan si saldo minimal tabungan.


7. Bikin Appointment Visa



Yang harus diinget disini adalah, appointment interview dan ngasih berkas ke VFS.Global gabisa "Hari ini booking buat ketemu besok". NO!


Yang ada itu "Hari ini Booking buat Ketemu MINGGU DEPAN". So, Keep in Mind!


Aku booking setelah aku selesai urusan Bank, dan baru bisa interview nya tanggal 25 September 2019. Lumayan lama sih 1 minggu lah ya nunggu.


Oh iya! jangan lupa buat scan semua dokumen kamu dan di fotokopi 2 rangkap ya. Buat jaga - jaga ajah!


8. Interview Visa Schengen




Sebenernya sih gak serem, soalnya mereka bukan Embassy kan. Jadi enak sama sama orang Indonesia dan kayak udah biasa aja ngurusin visa orang liburan sampe orang kerja juga. Jadi, kalem.


Yang penting berkas nya harus ada semua dan lengkap.


Oh iya, karena paspor baru aku masih kosong, jadi mereka butuh paspor lama aku juga buat di fotokopi semua isi nya 2 rangkap. Tenang, di VFS Global ada tukang fotokopi kok. Cuma ya mahal aja haha.


Tujuannya buat apa?


Jadi, aku pernah denger cerita dari temen ada yang belom pernah keluar negeri sama sekali, terus pertama ke luar negeri nya itu langsung eropa. Dan sayangnya, visa nya di tolak. Mungkin tujuan Embassy ngeliat isi paspor kamu itu adalah "Ini orang ada track record gelap gak di negara sebelumnya?" atau lainnya. Intinya sih biar sama sama tenang antara Embassy dan kita.


So, kalo boleh saran (kata temen - temen juga sih), seenggaknya ke luar negeri yang deket - deket dulu aja gapapa misal ke singapura / malaysia / sekitarnya. Sebenernya biar bisa meyakinkan Embassy kalo kamu bisa survive di negara orang lain yang jelas - jelas bukan Indonesia.


Jadi, mungkin itu tipsnya.


9. Ambil Visa Schengen


Oke! Akhirnya Beres!



Sebenernya, mereka punya service untuk ngirim paspor kita + visa nya ke rumah. Cuma, ya lagi - lagi ada biaya tambahan. Karena aku orang nya ngirit dan butuh dana untuk hal lain, jadi aku langsung ambil aja di kantornya.


Sebenernya gak lama proses pembuatannya. Aku interview tanggal 25 tapi tanggal 31 udah dapet info kalo visa ku udah jadi. Jadi, ya bisa lebih cepet atau bisa lebih lama. Tapi ya aku kaget sih ini cepet banget haha.


Oke sekian cerita panjang ku ini.


Maaf ya bikin capek baca.


Semoga suatu hari nanti kamu bisa ke eropa juga! Tapi jangan sendirian, gak enak gak ada yang bisa motoin, masa moto sendiri selfie? WKWK :P