QHANSA D.

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black SoundCloud Icon
  • Black Spotify Icon

BLOG

  • Qhansa D.

Haruskah Ilmu Pengetahuan Gratis? Atau Berbayar?

Pertanyaan ini aku lontarkan di snapgramku pada tanggal 24 Juni 2020. Dan hasil voting dari pertanyaan ini adalah:


Sebenarnya semua ini berawal dari Online Course bernama Masterclass.com yang memunculkan pro dan kontra atas harga yang ditetapkannya.


Catatan: Ini BUKAN Promosi ya :P


Tentang Masterclass

Masterclass adalah adalah platform pendidikan online Amerika, yang diciptakan oleh David Rogier pada tahun 2014, di mana siswa dapat mengakses tutorial dan ceramah yang direkam sebelumnya oleh para ahli di berbagai bidang, seperti:

  1. Business, Politics, dan Society

  2. Culinary Arts

  3. Design, Photography, dan Fashion

  4. Film & TV

  5. Lifestyle

  6. Music & Entertainment

  7. Science & Technology

  8. Sports & Games

  9. Writing


Bayangkan, pengajarnya aja orang terkenal dan hebat semua, contohnya:

  1. Gordon Ramsay

  2. Anna Wintour

  3. Stephen Curry

  4. Timbaland

  5. Simone Biles

  6. Dr. Jane Goodall

  7. Christina Aguilera

  8. Natalie Portman

  9. Malcolm Gladwell

  10. Usher

  11. Dan lain-lain


Pada hari ini, terhitung jumlah pengajar di masterclass.com adalah 90. Dan harga yang ditetapkan dari mereka adalah 180 USD (Rp 3.000.000-an) per-tahun untuk bisa belajar 90 kelas tersebut.


Mahal atau Murah?

Semua ini tergantung dari mana sudut pandang yang kita lihat. Misalnya:

  • Kita HANYA mau belajar 1 Kelas dan gak tertarik buat belajar kelas lainnya, ya JELAS MAHAL. Karena itu sama aja kita bayar 3 juta untuk 1 kelas doang.

  • Tapi kalau kita mau belajar lebih dari 1 kelas (seenggaknya 6 kelas), itu bakal LEBIH MURAH. Karena kita bisa anggap bayar 3 juta untuk 6 kelas (3.000.000 dibagi 6), berarti 1 kelas yang itu seharga 500.000.

  • Bakal lebih murah lagi kalo misalnya kita belajar lebih banyak kelas (misal 20 kelas), Ini Mah MURAH BANGET! Karena Rp 3.000.000 dibagi 20 kelas = Rp 150.000.


Jadi, itu semua balik lagi ke jumlah kelas yang ingin kamu pelajari.


Sedikit Pembanding

Oke, disini akan aku bandingkan masterclass.com dengan:

  1. Kelas.com

  2. Udemy

  3. Skill Academy


Bisa kita lihat gambar di bawah ini, harga per-kelas dari masing-masing pembanding:

Oke, masih ingat harga per-kelas dari masterclass kalau misalnya kita ambil 20 kelas? Rp 150.000 per kelas kan?

Jadi, lebih murah mana?

Silahkan jawab sendiri.



Apa Definisi "Ilmu Pengetahuan" Bagimu?

Mungkin ini terlihat aneh, tapi aku yakin jawaban dari pertanyaan ini berbeda-beda setiap orang. Beberapa contohnya adalah:

  • "Dasar dan Pengembangan Diri"

  • "Menambah wawasan dari yang tidak tahu jadi tahu"

  • "Sesuatu yang akan selalu berkembang"

  • "Power"

  • "Hal yang bisa digunakan dikehidupan sehari-hari, bukan karena dapet nilai aja"

  • dan lain-lain


Saat aku SD-SMP-SMA, aku berfikir bahwa ilmu pengetahuan hanya ada di sekolahan. Jadi, definisi "Ilmu Pengetahuan" itu ya hanya mempelajari pelajaran yang ada di sekolah untuk mendapatkan nilai (setidaknya) di atas nilai KKM (Kriteria Kelulusan Minimum) -- maklum, aku lebih suka olahraga daripada belajar di kelas hehe.


Tapi, setelah aku menjadi mahasiswa, cara aku mendefinisikan ilmu pengetahuan BERUBAH TOTAL!! Karena aku sadar bahwa:

Kita GAK PERLU jadi orang paling PINTAR untuk mempelajari sesuatu yang kita ingin ketahui atau kita suka.

Intinya, Kalau Kita PENASARAN Sama Sesuatu, Jangan Diem Aja. Coba Cari Tahu Sebanyak-banyaknya --- Biasanya juga kalo kepo sama gebetan pasti di stalk sampe dalem kan? HAHA Hayo Ngaku!


Menariknya, masih banyak orang menganggap bahwa "Ilmu pengetahuan itu HANYA BISA dipelajari oleh orang pintar." -- yang mana sebenernya SALAH BESAR.


Secara langsung atau tidak langsung, tidak sedikit orang yang MENGANGGAP dirinya tidak pintar atau lebih kesulitan dalam dunia akademis dibandingkan temannya yang lain, merasa akan gagal dikehidupan nyata. Padahal SEBENARNYA tidak seperti itu.



Oke, Kembali Ke Topik Awal

Sebenarnya, blog ini aku ingin akhiri dengan pertanyaan terbuka. Karena sejujurnya, akupun belum tahu jawaban yang terbaik apa?


Ada beberapa pertimbangan yang bisa aku jabarkan, yaitu:

  1. Para pemberi ilmu, guru, dosen, dan pengajar lainnya pasti telah menggunakan waktu, tenaga, pikiran, dan uang mereka untuk menempuh pendidikan tinggi untuk mencari ilmu tersebut kan? Anggap saja seorang dosen harus menghabiskan waktu 20 tahun lebih agar mencapai syarat minimum untuk menjadi dosen. Belum lagi mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

  2. Para professional, pakar, dan praktisi lainnya telah menggunakan waktu nya bertahun-tahun untuk bisa menguasai bidangnya (ini setelah lulus sekolah/kuliah selama 16 tahun ya). Itu tentunya termasuk usaha yang besar.

  3. Para murid, pelajar, dan pencari ilmu lainnya pasti ingin memperoleh ilmu pengetahuan dengan biaya seminimal mungkin, bahkan gratis lebih baik. Dan itu wajar kok, gak ada salahnya karena namanya juga pelajar. Tapi yang perlu kita perhatikan adalah "Value" atau manfaat yang kita peroleh ini gak perlu kita habiskan bertahun-tahun untuk mendapatkan informasi yang sama seperti yang dosen kita dapatkan (anggap kita bisa belajar 6 bulan, tapi dosen kita dapet ilmunya setelah 5 tahun belajar di luar negeri).


Kira-kira, siapa yang LEBIH BANYAK berkorban?


Tapi, dari pengalamanku, mau ilmunya gratis atau berbayar, kalau orang nya juga gak mau belajar/gak butuh ilmu nya yaaa gak bisa diapa-apain juga. Jadi, kalau mau berbagi ilmu, SILAHKAN AJA, tapi jangan berharap banyak untuk hasil akhirnya.


Untuk mengakhiri blog ini, aku ingin bertanya kembali ke teman-teman sekalian:

"Haruskah Ilmu Pengetahuan Gratis? Atau Berbayar?"

Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah meluangkan waktunya untuk membaca postingan ini.


Semangat terus untuk kita semua dan tetap jaga kesehatan ya! :)