QHANSA D.

  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black SoundCloud Icon
  • Black Spotify Icon

BLOG

  • Qhansa D.

Pro dan Kontra Memiliki Empati/Sensitivitas Tingkat Tinggi

Pernah gak kalian melihat seseorang/binatang/makhluk hidup mengalami duka atau kesedihan, tapi ternyata kalian juga bisa merasakan kesedihan itu di dalam diri kalian?


Lalu, beberapa temen kalian bilang "Jangan diambil hati", "Loh kok kamu yang sedih? Kan bukan kamu yang kena.", atau anggapan lainnya yang mengibaratkan kita yang terlalu Bawa Perasaan (Baper).


Untuk beberapa dari kalian, pasti memiliki kecenderungan/sifat ini dan malah berpikir "Wah, ada yang salah ini sama diriku". Tenang, kamu gak salah apa-apa kok. Itu adalah pemberian Yang Maha Kuasa kepada dirimu.


Mengapa Aku Menulis Ini?


Ada 2 cerita yang ingin aku sampaikan secara singkat:


1. Kisah Demo 22 Mei 2019

Untuk cerita lebih lengkapnya bisa baca disini.


Disaat aku berjalan melewati para pendemo dan tempat demo, aku bisa merasakan perasaan dan ketakutan yang dialami oleh kedua belah pihak tanpa aku harus menjadi mereka, yaitu Polisi/TNI dan Masyarakat Pendemo.


Contohnya:

  • Masyarakat Pendemo: Merasa dicurangi sehingga harus menegakkan keadilan dengan cara meninggalkan kampung halamannya untuk ke Jakarta disaat bulan puasa. Belom lagi akan adanya oknum-oknum yang meng"atas-nama"kan Pendemo untuk membuat kerusuhan. Jadi seakan-akan yang buat kerusuhan itu pendemo, padahal bukan mereka, itu ada pihak ketiga yang sengaja biar rusuh.

  • Polisi/TNI: Harus siap melindungi pemerintah dan masyarakat sebaik-baiknya. Harus siap pula menjadi korban yang sering disalahkan, karena perintah hanya datang dari pimpinan dan mereka tidak boleh melanggar (karena kalo melanggar bisa dikeluarkan), sedangkan mereka juga harus melindungi keselamatan masyarakatnya. Jadi, bingung sudah harus milih yang mana?


Aku gak tau apakah hal ini dialami oleh banyak orang atau tidak. Tapi intinya, itulah yang aku rasakan.


2. Duka Cita Kuba

Pada tanggal 20 Juni 2020, aku dan sekeluarga mengalami duka cita. Mungkin untuk beberapa orang merasa biasa aja, soalnya ini ditinggal kucing (alias mati).


Terus apa hubungannya?


Kucing ini bukanlah kucing kesayanganku, melainkan kesayangan salah satu adikku. Tapi, disaat mendekati ajalnya, satu keluarga tidak ada di rumah kecuali aku dan adikku yang satunya. Singkat cerita, dalam proses dia "sakaratul maut", kita bawa ke dokter, dan akhirnya mati dihadapan kita secara langsung, membuat hati "tertusuk" dan sesak tiba-tiba. *ya mungkin semua orang kalau ngalamin itu juga sama kali ya hehe*


Kalau misalnya mati nya gak di rumah/gak dihadapan kita sih kayaknya gak bakal ketusuk ya. Tapi, gimana ya, duh susah jelasinnya haha. Intinya, walaupun cuma temen biasa, tapi sakitnya kerasa banget.


Jadi intinya, istilahnya tuh:

"Disaat aku Melihat Kejadian secara Langsung, Seakan-akan aku Lagi Berada Diposisinya dan Bisa Merasakan apa yang Dia Rasakan (Mau Kenal ataupun Enggak)."

Dan seringkali, kalau aku mengalami hal itu, aku langsung menghindar dan menjauhkan diri dari tempat itu agar tidak stress. Bahasa lainnya menjadi "Denial" (Menyangkal) dengan keadaan sekitar.


Aku sadar bahwa "Denial" itu adalah hal yang tidak baik. Bahkan temen-temenku sempat bilang bahwa aku jarang sekali terlihat sedih/jarang menangis/atau semacamnya. Ya, itu sebenernya karena aku menutup perasaan negatif itu jauh di dalam diri. Makanya disaat udah gak kuat lagi, meledaknya bukan menangis, tapi malah Emosi HAHA (maaf ya teman-teman).


Hasil Riset Kecil (Non-Ilmiah)


Setelah beberapa kejadian yang aku alami sebelumnya, karena udah puncak banget aku gak tau harus gimana, akhirnya aku searching di Google dan YouTube tentang apa yang terjadi dengan diriku.


Dan ternyata jawabannya ada disini:


Empathy vs Sympathy: Which one are you?


5 Tips You Should Know if You're an Empath


8 Signs You’re a Highly Sensitive Person (HSP)


10 Strengths of a Highly Sensitive Person (HSP)


7 Signs You Are A Heyoka, The Most Powerful Empath


Kalau kamu belum bisa menemukan jawabannya, coba beberapa Quiz di bawah ini:


Setelah kalian tonton semua video dan mencoba Quiz di atas ini, bisa kita simpulkan bahwa:


Pro (Kelebihan) Memiliki Empati/Sifat Sensitif

  1. Bisa memiliki hati lembut dan berbelas kasih.

  2. Lebih Peduli pada Orang Lain dan memperlakukan mereka dengan lembut.

  3. Memiliki "Self-Awareness" tinggi.

  4. Merupakan "Deep Thinker".

  5. Merupakan Pendengar yang Baik.

  6. Mediator yang Baik, seperti menengahkan konflik.

  7. "Team Player" yang baik.

  8. Memiliki Jiwa Kreatif. Walaupun bukan seniman, tapi kamu punya ketertarikan terhadap seni.

  9. Bisa Memunculkan Ide/Inovasi yang Jauh Berbeda dari khalayak umum.

  10. Suka Mencoba Hal yang Berbeda/"Out of The Box" dan Memberikan Solusi yang Tak Biasa.

  11. Sangat "Passionate" terhadap banyak hal.

  12. Sangat Menghargai Integritas. Seperti nilai-nilai dan prinsip yang dimiliki orang.

  13. Memiliki Rasa yang Kuat terhadap mana yang Benar dan Salah.

  14. Sangat Percaya dengan Keadilan dan Moralitas.

  15. Menjalani Hidup Sepenuhnya/"Living in The Moment".

  16. Orang Ini Sangatlah Spesial, Unik, dan Langka.


Kontra (Kekurangan) Memiliki Empati/Sifat Sensitif

  1. Seringkali dikatakan "Drama Queen", Cengeng, Baper (Bawa Perasaan), Terlalu Heboh, dan lain-lain.

  2. Sering "Overwhelm" dengan perasaan disekitar kita karena bisa merasakan hal yang lebih mendalam daripada orang lain.

  3. Terkadang Sulit untuk Mengalir bersama orang lain yang memiliki Pandangan yang Berbeda dengan kita.

  4. Bisa Memiliki sifat sedikit Keras atau Kasar.

  5. Beberapa orang berkata kita adalah Orang Aneh/Gak Normal.

  6. Butuh Hobi yang Banyak Sebagai Medium untuk Bisa Menumpahkan Emosi yang ada di dalam diri.

  7. Terkadang Sulit Berada di Lingkungan yang Ramai, bahkan bisa stress karena melihat keramaian. Jadi, butuh tempat yang tenang untuk bisa menenangkan diri.

  8. Harus Bisa Memisahkan mana Energi Orang Lain vs Energi Diri Sendiri agar tidak menjadi beban pribadi.

  9. Harus Bisa Menghindari Lingkungan Negatif/Toxic dengan cepat.


Oke, jadi ini adalah beberapa Pro dan Kontra Memiliki Empati/Sensitivitas Tingkat Tinggi. Tentu masih Lebih Banyak Positif nya kan?


Tapi, kalau kita masih ingin mempelajari lebih lanjut tentang sifat ini dan bagaimana cara mengatasinya...


Beberapa Resources Untuk Para Pemilik Empati/Sifat Sensitif


Silahkan cek dan tonton video-video dari Channel YouTube di bawah ini:


Semoga bisa bermanfaat dan membantu kalian :)


Sampai bertemu di blog post selanjutnya!